Stephen William Hawking . Kredit : Wikipedia
Stephen William Hawking, one of the most influential theoretical physicists and cosmologists of the modern era:
Quick Profile
Full Name: Stephen William Hawking
Born: January 8, 1942, in Oxford, England (coinciding with the 300th anniversary of Galileo Galilei’s death).
Died: March 14, 2018, in Cambridge, England (at age 76, on Pi Day and Albert Einstein’s birthday. Today marks the anniversary of his passing).
Fields of Study: Theoretical physics, cosmology, and quantum gravity.
Early Life and Education
Hawking grew up in a family that deeply valued education. He earned his undergraduate degree at University College, Oxford, where he studied physics and graduated with first-class honors in 1962. He then moved to Trinity Hall, Cambridge, to pursue his postgraduate studies in cosmology.
In 1963, at just 21 years old, Hawking was diagnosed with Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), a rare and slow-progressing form of early-onset motor neuron disease. Doctors initially gave him only two years to live. Although the disease gradually paralyzed his body, eventually requiring him to use a wheelchair and a speech synthesizer to communicate, his mind remained brilliant. He lived for more than 50 years following his diagnosis.
Major Scientific Contributions
Hawking was renowned for his ability to bridge the gap between general relativity (which governs the universe on a large scale) and quantum mechanics (which governs matter at the subatomic level).
Some of his greatest discoveries and theories include:
Penrose–Hawking Singularity Theorems: Working with Roger Penrose, Hawking proved mathematically that the universe must have originated from a singularity (a point of infinite density), supporting the Big Bang theory.
Hawking Radiation: His most famous discovery in 1974. Previously, scientists believed nothing could escape a black hole (not even light). Hawking theorized that black holes actually emit radiation due to quantum effects near the edge (event horizon) and can slowly shrink and eventually disappear.
Laws of Black Hole Thermodynamics: He helped formulate laws of black hole mechanics that align with classical laws of thermodynamics.
Quantum Cosmology: He proposed the “no-boundary model” (Hartle–Hawking state), suggesting that space and time are finite but have no edge or initial boundary.
Career and Publications
Hawking held the prestigious position of Lucasian Professor of Mathematics at the University of Cambridge from 1979 to 2009—a post previously held by Isaac Newton.
He was also deeply dedicated to popularizing science for the general public. His major books include:
A Brief History of Time (1988): A legendary book that sold over 25 million copies and broke records by staying on the Sunday Times bestseller list for 237 weeks.
The Universe in a Nutshell (2001): An illustrated guide explaining complex theoretical physics.
The Grand Design (2010): Co-authored with Leonard Mlodinow, it discusses the origins of the universe without the need for divine intervention.
Personal Life and Pop Culture
Hawking married twice. His first marriage to Jane Wilde resulted in three children (Robert, Lucy, and Timothy) and lasted until their divorce in 1995. Their love story and struggles were adapted into the Oscar-winning film The Theory of Everything (2014). He later married his nurse, Elaine Mason, but they divorced in 2006.
As a pop culture icon, Hawking made guest appearances on shows like The Simpsons, Star Trek: The Next Generation, and The Big Bang Theory, where he often showcased his sharp sense of humor.
Amir Maulana – SKYWORLD
Stephen William Hawking, salah satu fisikawan teoretis dan kosmolog paling berpengaruh di era modern:
Profil Singkat
Nama Lengkap: Stephen William Hawking
Lahir: 8 Januari 1942, di Oxford, Inggris (bertepatan dengan peringatan 300 tahun kematian Galileo Galilei).
Meninggal: 14 Maret 2018, di Cambridge, Inggris (pada usia 76 tahun, bertepatan dengan Hari Pi dan hari lahir Albert Einstein. Hari ini juga bertepatan dengan peringatan hari kematiannya).
Bidang Ilmu: Fisika teoretis, kosmologi, dan gravitasi kuantum.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Hawking tumbuh dalam keluarga yang sangat menghargai pendidikan. Ia menempuh pendidikan sarjana di University College, Oxford, di mana ia mempelajari fisika dan lulus dengan predikat kehormatan kelas pertama pada tahun 1962. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di Trinity Hall, Cambridge, untuk mendalami kosmologi.
Pada tahun 1963, ketika usianya baru 21 tahun, Hawking didiagnosis mengidap penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) atau penyakit neuron motorik awal yang langka dan berkembang lambat. Dokter awalnya memvonis umurnya hanya tinggal dua tahun. Meskipun penyakit ini secara bertahap melumpuhkan tubuhnya hingga ia harus bergantung pada kursi roda dan alat penyintesis suara untuk berkomunikasi, pikirannya tetap brilian dan ia bertahan hidup selama lebih dari 50 tahun setelah diagnosis tersebut.
Kontribusi Ilmiah Utama
Hawking dikenal karena kemampuannya menjembatani teori relativitas umum (yang mengatur alam semesta skala besar) dengan mekanika kuantum (yang mengatur materi di tingkat partikel subatom).
Beberapa penemuan dan teori terbesarnya meliputi:
Teorema Singularitas Penrose-Hawking: Bekerja sama dengan Roger Penrose, Hawking membuktikan secara matematis bahwa alam semesta harus bermula dari sebuah singularitas (titik dengan kepadatan tak terhingga), yang mendukung teori Big Bang.
Radiasi Hawking: Penemuan paling terkenalnya pada tahun 1974. Sebelumnya, ilmuwan meyakini bahwa tidak ada yang bisa lepas dari lubang hitam (termasuk cahaya). Namun, Hawking berteori bahwa lubang hitam sebenarnya memancarkan radiasi akibat efek kuantum di dekat tepi lubang hitam (cakrawala peristiwa) dan perlahan-lahan dapat menyusut lalu menghilang.
Hukum Termodinamika Lubang Hitam: Ia membantu merumuskan hukum mekanika lubang hitam yang sejalan dengan hukum termodinamika klasik.
Kosmologi Kuantum: Ia mengusulkan “model tanpa batas” (Teori Hartle-Hawking) yang menyatakan bahwa ruang dan waktu bersifat terbatas namun tidak memiliki tepi atau batasan awal.
Karier dan Publikasi
Hawking memegang posisi prestisius sebagai Lucasian Professor of Mathematics di Universitas Cambridge dari tahun 1979 hingga 2009. Posisi bergengsi ini sebelumnya pernah diduduki oleh Isaac Newton.
Ia juga sangat berdedikasi untuk mempopulerkan sains agar dapat dipahami oleh masyarakat umum. Buku-buku utamanya antara lain:
A Brief History of Time (1988): Buku legendaris yang terjual lebih dari 25 juta eksemplar dan memecahkan rekor bertahan di daftar buku terlaris Sunday Times selama 237 minggu.
The Universe in a Nutshell (2001): Buku ilustrasi yang menjelaskan konsep-konsep fisika teoretis yang kompleks.
The Grand Design (2010): Ditulis bersama Leonard Mlodinow, membahas asal-usul alam semesta tanpa memerlukan intervensi pencipta ilahi.
Kehidupan Pribadi dan Budaya Populer
Hawking menikah dua kali. Pernikahan pertamanya dengan Jane Wilde menghasilkan tiga anak (Robert, Lucy, dan Timothy) dan bertahan hingga mereka bercerai pada tahun 1995. Kisah cinta dan perjuangan mereka diadaptasi menjadi film layar lebar pemenang Oscar, The Theory of Everything (2014). Ia kemudian menikah dengan perawatnya, Elaine Mason, namun bercerai pada tahun 2006.
Sebagai ikon budaya pop, Hawking sering muncul sebagai bintang tamu dalam acara televisi seperti The Simpsons, Star Trek: The Next Generation, dan The Big Bang Theory, di mana ia sering menunjukkan selera humornya yang tajam.
Amir Maulana – SKYWORLD
