(Lahir : 8 Januari 1951)
Taufik Akbar is an Indonesian telecommunications engineer best known as Indonesia’s second astronaut candidate. He holds a significant place in the history of Indonesia’s efforts to reach outer space during the 1980s.
Below is the complete information regarding Taufik Akbar:
Personal Profile & Education
-
Place & Date of Birth: Medan, January 8, 1951.
-
Education: He graduated with a degree in Electrical Engineering from the Bandung Institute of Technology (ITB) in 1975.
-
Early Career: Following graduation, he worked as an engineer at Telkom and was actively involved in developing the Palapa telecommunications satellite system, a point of national pride for Indonesia.
Journey as an Astronaut Candidate
In 1985, Indonesia collaborated with NASA (United States) to launch the Palapa B-3 satellite using the Space Shuttle. Taufik Akbar was selected through a rigorous selection process as a payload specialist.
-
Mission Status: He was designated as the backup crew for Pratiwi Sudarmono, who was the primary crew member.
-
Training: Both underwent intensive training at NASA’s Johnson Space Center in the United States to prepare for mission STS-61-H.
-
Mission Cancellation: The planned launch in 1986 was forced to be canceled following the tragic explosion of the Space Shuttle Challenger on January 28, 1986. NASA suspended all commercial flight schedules after the incident; consequently, the Palapa B-3 satellite was eventually launched using an unmanned Delta rocket.
Professional Career (Post-NASA)
Despite the cancellation of his flight into space, Taufik Akbar had a distinguished career in Indonesia’s telecommunications industry:
-
General Manager of Palapa Satellite Operations (1992–1993): Managed the operations of the satellite system that served as the backbone of national communications.
-
President Director of PT Aplikanusa Lintasarta (1994–2000): Led a prominent data communication service provider in Indonesia.
-
Director of HR at Telkom (2000): Served as a director at Indonesia’s largest telecommunications company.
Taufik Akbar adalah seorang insinyur telekomunikasi asal Indonesia yang paling dikenal sebagai kandidat astronaut kedua Indonesia. Namanya mencatatkan sejarah penting dalam upaya Indonesia menembus luar angkasa pada dekade 1980-an.
Berikut adalah informasi lengkap mengenai Taufik Akbar:
Profil Pribadi & Pendidikan
-
Tempat & Tanggal Lahir: Medan, 8 Januari 1951.
-
Pendidikan: Ia merupakan lulusan Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1975.
-
Karier Awal: Setelah lulus, ia bekerja sebagai insinyur di Telkom dan terlibat aktif dalam pengembangan sistem satelit telekomunikasi kebanggaan Indonesia, Palapa.
Perjalanan Menjadi Calon Astronaut
Pada tahun 1985, Indonesia bekerja sama dengan NASA (Amerika Serikat) untuk meluncurkan satelit Palapa B-3 menggunakan pesawat ulang-alik (Space Shuttle). Taufik Akbar terpilih melalui seleksi ketat sebagai spesialis muatan (payload specialist).
-
Status Misi: Taufik Akbar ditetapkan sebagai awak cadangan (backup crew) untuk Pratiwi Sudarmono, yang merupakan kru utama.
-
Pelatihan: Keduanya menjalani pelatihan intensif di Johnson Space Center, NASA, Amerika Serikat, untuk mempersiapkan misi STS-61-H.
-
Pembatalan Misi: Rencana keberangkatan mereka pada tahun 1986 terpaksa dibatalkan menyusul tragedi meledaknya pesawat ulang-alik Challenger pada 28 Januari 1986. NASA menghentikan seluruh jadwal penerbangan komersial setelah insiden tersebut, sehingga satelit Palapa B-3 akhirnya diluncurkan menggunakan roket Delta tanpa awak manusia.
Karier Profesional (Pasca-NASA)
Meskipun batal terbang ke luar angkasa, Taufik Akbar memiliki karier yang sangat cemerlang di bidang industri telekomunikasi Indonesia:
-
Manajer Umum Operasi Satelit Palapa (1992–1993): Mengelola operasional satelit yang menjadi tulang punggung komunikasi nasional.
-
Presiden Direktur PT Aplikanusa Lintasarta (1994–2000): Memimpin perusahaan penyedia jasa komunikasi data terkemuka di Indonesia.
-
Direktur SDM Telkom (2000): Menjabat sebagai direktur di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia.
Catatan Tambahan: Mengingat minat Anda pada konten tata surya dan planetarium, sosok Taufik Akbar sering dijadikan referensi sejarah dalam materi edukasi astronomi di Indonesia sebagai simbol pencapaian teknologi dirgantara nasional pada masanya.
Amir Maulana – SKYWORLD
