National Research and Innovation Agency (BRIN)
The National Research and Innovation Agency (Badan Riset dan Inovasi Nasional – BRIN) is a non-ministerial government agency that operates under and reports directly to the President of Indonesia. Since its official establishment in April 2021, BRIN has served as the central hub for all research, development, assessment, and application (litbangjirap) activities in Indonesia.
As of 2026, here is the complete profile of BRIN:
1. History and Formation (The “Big Merger”)
BRIN was established to eliminate research fragmentation in Indonesia. The agency was formed by merging four major research institutions and dozens of ministerial R&D units:
LIPI (Indonesian Institute of Sciences)
BPPT (Agency for the Assessment and Application of Technology)
BATAN (National Nuclear Energy Agency)
LAPAN (National Institute of Aeronautics and Space)
Ministerial R&D Units: All research units previously under various ministries/agencies have been integrated into BRIN.
2. Core Organizational Structure
BRIN’s structure is designed to separate policy functions, infrastructure management, and research execution:
Steering Committee: Chaired by the Head of the Steering Committee (currently Megawati Soekarnoputri), responsible for providing strategic direction.
Head of BRIN: The highest operational authority (currently Dr. Laksana Tri Handoko).
Deputies: Focus on funding management, research infrastructure, and the development of science and technology human resources.
Research Organizations (OR): Technical units responsible for executing specific research themes.
3. Key Research Organizations (OR)
BRIN operates several Research Organizations that oversee hundreds of Research Centers (PR). Notable ones include:
| Research Organization (OR) | Primary Focus |
| Earth and Maritime | Deep-sea exploration, geology, and climate change. |
| Aeronautics and Space | Development of micro-satellites, rockets, and remote sensing. |
| Nuclear Energy | Nuclear technology for energy (NPP), medicine, and food security. |
| Health | Vaccine development (e.g., Merah Putih), herbal medicine, and genomics. |
| Electronics and Informatics | Artificial Intelligence (AI), cybersecurity, and robotics. |
4. Primary Tasks and Functions
Budget & Infrastructure Integration: Managing the national research budget and providing advanced laboratory facilities accessible to both academics and industry through the E-Layanan Sains (ELSA) scheme.
Research Funding (RIIM): Providing the Research and Innovation for Advanced Indonesia (Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju) funding scheme for researchers within and outside BRIN.
Innovation Downstreaming: Ensuring research results go beyond journals to reach the industry or become evidence-based policies.
5. Programs Toward “Indonesia Emas 2045”
In 2026, BRIN remains focused on:
Digital, Green, & Blue Economy: Research supporting environmental sustainability and digital transformation.
Strengthening Tech-Based Startups: Through incubation programs for young entrepreneurs utilizing BRIN’s patents.
Talent Management: Degree and non-degree scholarship programs aimed at producing world-class researchers.
Amir Maulana – SKYWORLD
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Indonesia. Sejak didirikan secara resmi pada April 2021, BRIN menjadi pusat integrasi seluruh kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap) di Indonesia.
Berikut adalah profil lengkap BRIN hingga tahun 2026:
1. Sejarah dan Pembentukan (The Big Merger)
BRIN dibentuk untuk mengakhiri fragmentasi riset di Indonesia. Lembaga ini merupakan peleburan dari empat lembaga riset utama dan puluhan unit litbang kementerian:
LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)
BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)
BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional)
LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional)
Unit Riset Kementerian: Seluruh unit riset di kementerian/lembaga resmi diintegrasikan ke dalam BRIN.
2. Struktur Organisasi Utama
Struktur BRIN dirancang untuk memisahkan fungsi kebijakan, manajemen infrastruktur, dan pelaksanaan riset:
Dewan Pengarah: Dipimpin oleh Ketua Dewan Pengarah (saat ini Megawati Soekarnoputri), bertugas memberikan arahan strategis.
Kepala BRIN: Penanggung jawab operasional tertinggi (saat ini Dr. Laksana Tri Handoko).
Deputi: Fokus pada manajemen pendanaan, infrastruktur riset, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) iptek.
Organisasi Riset (OR): Unit pelaksana teknis riset yang spesifik.
3. Organisasi Riset (OR) Unggulan
BRIN memiliki belasan Organisasi Riset yang membawahi ratusan Pusat Riset (PR). Beberapa di antaranya: | Organisasi Riset (OR) | Fokus Utama | | :— | :— | | OR Kebumian & Maritim | Eksplorasi laut dalam, geologi, dan perubahan iklim. | | OR Penerbangan & Antariksa | Pengembangan satelit mikro, roket, dan penginderaan jauh. | | OR Tenaga Nuklir | Teknologi nuklir untuk energi (PLTN), medis, dan pangan. | | OR Kesehatan | Pengembangan vaksin (seperti Merah Putih), obat herbal, dan genomik. | | OR Elektronika & Informatika | Kecerdasan Buatan (AI), keamanan siber, dan robotika. |
4. Tugas dan Fungsi Utama
Integrasi Anggaran & Infrastruktur: Mengelola anggaran riset nasional dan menyediakan fasilitas laboratorium canggih yang bisa digunakan oleh akademisi maupun industri melalui skema E-Layanan Sains (ELSA).
Pendanaan Riset (RIIM): Menyediakan skema pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju bagi peneliti di dalam maupun luar BRIN.
Hilirisasi Inovasi: Memastikan hasil riset tidak hanya berhenti di jurnal, tetapi masuk ke industri atau menjadi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
5. Program Menuju Indonesia Emas 2045
Pada tahun 2026 ini, BRIN terus berfokus pada:
Digital, Green, & Blue Economy: Riset yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan transformasi digital.
Penguatan Startup Berbasis Teknologi: Melalui program inkubasi bagi pengusaha muda yang memanfaatkan paten-paten BRIN.
Manajemen Talenta: Program beasiswa degree dan non-degree untuk mencetak peneliti kelas dunia.
Amir Maulana – SKYWORLD
